Panduan memilih jasa pembuatan website untuk UMKM
Banyak UMKM membayar mahal untuk website yang akhirnya tidak pernah diperbarui. Panduan ini membantu Anda memeriksa penawaran vendor dengan lebih teliti, sebelum uang muka berpindah tangan.
Membeli website sering terasa seperti membeli kotak tertutup. Anda melihat contoh tampilan yang bagus, membayar uang muka, lalu menunggu. Ketika website selesai, barulah muncul pertanyaan yang seharusnya ditanyakan sejak awal: siapa pemilik kodenya, apakah bisa diperbarui sendiri, dan mengapa websitenya lambat.
Panduan ini berisi sepuluh hal yang perlu Anda periksa sebelum memilih penyedia jasa pembuatan website. Semuanya bisa ditanyakan dalam satu percakapan awal, dan jawabannya akan memisahkan vendor yang bekerja rapi dari yang sekadar menjual tampilan.
1. Tentukan dulu tujuan website Anda
Website tanpa tujuan akan berakhir sebagai pajangan. Ada tiga tujuan yang paling umum, dan masing-masing menuntut struktur berbeda:
- Kredibilitas. Calon pelanggan mencari nama usaha Anda sebelum membeli. Mereka ingin memastikan usaha Anda nyata, punya alamat, dan bisa dihubungi.
- Halaman arahan penjualan. Anda mengiklankan satu produk atau jasa. Semua elemen halaman harus mendorong satu tindakan: menghubungi Anda atau mengisi formulir.
- Penjualan langsung. Produk dijual melalui website dengan keranjang, pembayaran, dan pengiriman. Ini kebutuhan yang paling kompleks.
Setelah tujuan ditentukan, barulah masuk akal membicarakan jumlah halaman dan anggaran. Sebuah website profil lima halaman bisa jauh lebih menguntungkan daripada toko online lengkap yang belum siap Anda kelola.
2. Minta lingkup kerja tertulis, bukan perkiraan lisan
Lingkup kerja yang baik mencantumkan jumlah halaman, fitur yang dikerjakan, jumlah revisi yang disertakan, dan apa saja yang tidak termasuk. Bagian terakhir ini yang paling sering menimbulkan sengketa.
Contoh hal yang sering dianggap termasuk padahal tidak: penulisan konten, pembelian foto stok, pembuatan logo, pemasangan iklan, dan pengelolaan media sosial. Bila tidak disebut, jangan berasumsi.
3. Pastikan Anda memiliki kode sumber dan aksesnya
Ini pertanyaan terpenting. Beberapa penyedia menahan akses kode sumber, panel admin, atau bahkan domain. Akibatnya Anda tidak bisa pindah vendor tanpa kehilangan semuanya.
Yang harus tercantum jelas dalam perjanjian:
- Kode sumber dan basis data diserahkan setelah pelunasan penuh.
- Domain dan hosting didaftarkan atas nama Anda, bukan atas nama vendor.
- Anda menerima seluruh kredensial: panel hosting, administrator website, email, dan akses basis data.
- Tidak ada kewajiban berlangganan kepada vendor untuk mempertahankan akses ke website sendiri.
4. Tanyakan apa yang dikerjakan untuk SEO
SEO bukan tambahan di akhir proyek, melainkan bagian dari struktur website. Minimal, penyedia Anda harus menyiapkan:
- Judul halaman dan deskripsi meta yang ditulis untuk manusia, bukan diisi asal.
- Struktur judul yang benar: satu judul utama per halaman, subjudul yang berurutan.
- Alamat halaman yang deskriptif dan mudah dibaca, bukan campuran angka dan simbol.
- Peta situs XML dan berkas
robots.txt. - Versi mobile yang benar-benar nyaman dipakai, karena Google menilai versi mobile lebih dulu.
- Kecepatan muat yang wajar, dengan gambar yang dimampatkan.
Waspadai janji “peringkat satu Google dalam sebulan”. Tidak ada yang bisa menjaminnya, dan biasanya itu tanda vendor yang menjual harapan.
5. Uji kecepatan sebelum menandatangani
Minta alamat website lain yang pernah mereka kerjakan, lalu uji dengan alat pengukur kecepatan halaman. Perhatikan terutama tampilan di ponsel. Website yang lambat kehilangan pengunjung sebelum kontennya terbaca, dan itu berarti biaya iklan Anda terbuang.
6. Pastikan Anda bisa memperbarui konten sendiri
Website yang tidak pernah diperbarui akan tenggelam di hasil pencarian dan melemahkan kepercayaan pengunjung. Karena itu, pastikan ada panel admin yang sederhana dan Anda mendapat pelatihan singkat cara memakainya.
Bila setiap perubahan kecil harus menghubungi vendor dan membayar biaya tambahan, website Anda akan jarang diperbarui. Akibatnya, uang pembuatannya tidak bekerja maksimal.
7. Hitung biaya total, bukan hanya biaya pembuatan
Biaya jangka panjang sering terlupakan. Susun anggaran tahunan yang mencakup:
| Komponen | Perkiraan biaya per tahun |
|---|---|
| Domain .com / .id | Rp150.000 - Rp300.000 |
| Hosting standar | Rp600.000 - Rp2.000.000 |
| Perpanjangan SSL (bila berbayar) | Rp0 - Rp800.000 |
| Pemeliharaan & pembaruan | Rp1.200.000 - Rp6.000.000 |
| Penyesuaian konten berkala | Rp500.000 - Rp3.000.000 |
Totalnya bisa mencapai 10-30% dari biaya pembuatan setiap tahun. Angka ini wajar, tetapi harus Anda ketahui sejak awal agar tidak terasa seperti biaya tersembunyi.
8. Perjelas aturan revisi
Revisi biasanya dibatasi jumlahnya dalam paket dasar, misalnya dua hingga tiga kali per tahap. Perjelas berapa kali revisi desain dan revisi setelah pengembangan. Perubahan yang datang setelah tahap desain disetujui umumnya dihitung sebagai pekerjaan tambahan — dan itu wajar, selama aturannya diketahui sejak awal.
Cara paling aman: selesaikan desain sepenuhnya sebelum pengembangan dimulai. Perubahan desain saat kode sudah berjalan adalah penyebab paling umum proyek membengkak.
9. Tanyakan garansi dan siapa yang menangani kendala
Setelah peluncuran, hampir selalu ada hal kecil yang perlu diperbaiki: formulir tidak terkirim, tampilan bergeser di ponsel tertentu, atau tautan menuju halaman yang salah. Pastikan ada masa garansi untuk cacat fungsi, umumnya 30-90 hari, dan ketahui kanal pengaduan resminya.
Perhatikan juga: garansi biasanya tidak mencakup perubahan yang Anda minta setelah peluncuran, kerusakan akibat perubahan oleh pihak lain, atau kegagalan layanan pihak ketiga.
10. Tuangkan semuanya dalam perjanjian tertulis
Percakapan lisan mudah berubah seiring waktu. Pastikan perjanjian memuat lingkup pekerjaan, daftar keluaran, jadwal, skema pembayaran, kepemilikan hak, garansi, dan ketentuan bila proyek dihentikan di tengah jalan.
Untuk proyek di atas Rp10 juta, wajar meminta pembayaran bertahap: uang muka, pembayaran setelah tahap desain disetujui, dan pelunasan saat serah terima. Bila vendor menuntut pembayaran penuh di muka, itu tanda bahaya.
Kesimpulan
Penyedia jasa yang baik tidak akan keberatan dengan pertanyaan di atas. Mereka justru akan senang karena Anda memahami apa yang Anda beli. Bila ada vendor yang menghindari pertanyaan tentang kepemilikan kode atau rincian biaya, pertimbangkan untuk mencari pilihan lain.
Website adalah aset yang seharusnya bekerja bertahun-tahun. Memilih dengan teliti di awal jauh lebih murah daripada memperbaiki kesalahan setelah semuanya berjalan.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat teknis untuk kasus tertentu. Bila Anda memerlukan pendampingan, silakan menghubungi kami.
Artikel Lainnya
Lanjutkan membaca
Transformasi digital UMKM: tujuh langkah mulai dari nol
Urutan langkah transformasi digital untuk UMKM agar digitalisasi tidak berhenti di pembelian alat: petakan proses, mulai dari yang paling menyakitkan, ukur hasilnya.
Baca selengkapnyaChecklist keamanan data untuk bisnis kecil
Langkah keamanan data yang bisa dijalankan minggu ini tanpa anggaran besar: kata sandi, pencadangan 3-2-1, hak akses, dan pembaruan sistem.
Baca selengkapnyaIngin menerapkan langkah ini di bisnis Anda?
Kami dapat membantu menilai kondisi saat ini dan menyusun langkah yang paling masuk akal untuk dijalankan lebih dulu.